About Gathering 3 Komunitas Baca Buku



Selamat Pagi, dan Salam Sejahtera buat Teman - Teman Komunitas Baca Buku... Selamat Menjalankan Aktifitas, Semoga berjalan lancar... (Amin)

Ya, pada hari sabtu minggu kemarin tepatnya pada tanggal 30 Mei 2009, kami segenap pengurus mengadakan Gathering ke 3 Komunitas Baca Buku yang diadakan di MP Book Point - Cipete Jakarta Selatan, dengan dihadiri oleh Teman - Teman Komunitas Baca Buku dari berbagai daerah, salah satunya adalah: Ciputat, Jakarta, Jogjakarta, Lampung, Palembang. sungguh suatu kebangaan yang luar biasa buat kami karena antusias dari Teman - Teman untuk menghadiri Gathering Komunitas Baca Buku.

dan pada kesempatan Gathering ini... kami membedah buku tentang 'Negeri Van Oranje' dengan Duta Baca Buku: Widyanti Aguslina Asal Palembang, ingin tau ceritanya seperti apa? teman - teman bisa baca resensi buku ini, dengan klik links: http://www.facebook.com/group.php?gid=50590388561#/topic.php?uid=50590388561&topic=8794

dalam Gathering ini... kami pun tidak hanya bertatap muka ataupun bedah buku, disini kami juga membahas tentang program - program yang ada di Komunitas Baca Buku, dengan tujuan agar komunitas ini dapat bermanfaat buat semua orang dan lebih khususnya buat orang-orang yang membutuhkan uluran tangan dari kami, inilah salah satu hasil dari sharing kami:

1. mensosialisasikan program Komunitas Baca Buku, Budaya Baca Buku (Satu Untuk Tiga), bisa dilihat di links ini: http://www.facebook.com/group.php?gid=50590388561#/topic.php?uid=50590388561&topic=8798

2. Penambahan Pengurus Komunitas Baca Buku (Wakil Ketua, Sekretaris dan Humas 2, Wakil Ketua Divisi Resensi), bisa dilihat di links ini: http://www.facebook.com/group.php?gid=50590388561#/topic.php?uid=50590388561&topic=9099

3. Insya Alloh tanggal 14 Juni 2009 tepatnya pada hari Minggu, kami segenap pengurus Komunitas Baca Buku, mau survey ke Ciputat untuk melihat lokasi tempat... (menindak lanjuti Program CSR).

besar harapan kami... semoga teman - teman dapat berpastipasi dalam komunitas ini dan mohon Do'anya... agar semuanya berjalan dengan lancar, tanpa hambatan dan satu halangan apapun...

sekian informasi dari kami... mohon maaf jika ada salah kata - kata dalam penulisan...


Salam Inspirasi


Wenti Zakiah
Sekretaris dan Humas 1 Komunitas Baca Buku

Resensi: Novel Galaksi Kinanthi


Judul Buku : Galaksi Kinanthi
Penulis : Tasaro
Penerbit : Salamadani
Pembaca : Semua Kalangan
Nilai : 4/5 (Versi Komunitas Baca Buku)

Perkembangan novel di Indonesia akhir-akhir ini mengalami sebuah kemajuan yang pesat. Banyak orang yang sudah melirik novel sebagai pilihan bacaan. Tidak terkecuali saya.

Nah pada minggu ini kita akan bahas Novel Galaksi Kinanthi. Novel ini berkisah tentang seorang perempuan bernama Kinanthi yang memiliki tekanan hidup yang hebat dalam hidupnya. Bagaimana tidak, ia terlahir dari seorang ibu yang terkenal dengan baulawean (mitos jawa: perempuan yang setiap menikah, suaminya meninggal), masnya preman pasar dan kakak perempuanyya seorang lonthe. Dan sebagai pelengkap tekanan, bapaknya adalah seorang tukang judi.

Kondisi ini membuat kehidupan Kinanthi menjadi tidak bersahabat dengannya, karena keluarganya di jauhi oleh lingkungan sekitar. Uniknya ada satu orang yang dengan setia menjadi sahabat sekaligus teman pelipur lara. Ia adalah Ajuj, seorang anak rois (petinggi agama di kampung).
Dari sinilah konflik demi konflik terjadi ketika Kinanthi masih kecil, hingga puncak konflik yang sangat tidak lazim terjadi. Bapak dan ibu Kinanthi menjual Kinanthi dengan lima puluh kilo gram beras dengan seorang pasangan yang tinggal di Bandung. Dengan iming-iming di sekolahkan bapak dan ibunya rela melepas Kinanthi ke tangan pasangan tersebut.
Konflik tidak berhenti sampai disini, pada awalnya pasangan tersebut baik kepada Kinanthi, hingga suatu ketika ada peristiwa teman satu sekolahnya yang bernama Gesit ingin memperkosanya. Kejadian itu membuat keluarga yang mengadopsi Kinanthi salah sangka, mereka menganggap Kinanthi adalah seorang yang tidak tahu diri dan tidak bisa menjaga martabat keluarga. Alhasil penyiksaan secara psikologispun dimulai, dan Kinanthi diperlakukan seperti budak di rumah keluarga tersebut.

Belum selesai penderitaan Kinanthi, ia harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya dijual kembali kepada penampung TKI untuk di kirim ke Arab. Dan selanjutnya penderitaan demi penderitaan sebagai TKI dimulai. Penyiksaan fisik dan psikologis seolah menjadi makanan sehari-hari TKI tersebut. Dan ia pun berpindah-pindah dari tangan majikan satu ke majikan lain, setelah ia dibawa kabur dari arab ke kuwait.

Pada satu saat ada keluarga dari Kuwait yang ingin menjadikan Kinanthi sekolah di Amerika, dan ini kesempatan yang tidak disia-siakan oleh Kinanthi. Ia pun pergi ke negeri paman Sam dengan harapan baru. Namun sampai disana apa yang terjadi? Ternyata keluarga yang mengajaknya ke Amerika masih memiliki hubungan keluarga dengan salah satu majikannya di Kuwait yang ia lawan ketika akan menyiksanya.

Alhasil penderitaan demi penderitaan dimulai. Dari mulai dipukul dengan tongkat base ball, sampai dengan pemerkosaan. Sungguh sebuah kebiadaban di jelaskan dengan cukup pilu hingga akhirnya ia dapat meloloskan diri dari rumah majikannya dan ditolong oleh sepasang muslim yang baik hati.

Sampai sini semua perubahan dimulai dan Kinanthi berkembang dan tumbuh menjadi seorang profesor, namun di tengah kesuksesannya ia mengingat orang yang selalu dicintai dalam bayang dan ingatannya. Dari sinilah konflik psikologis dimulai kembali dan Kinanthi kembali ke kampung halamannya. Mampukah Kinanthi bersatu dengan Ajuj kembali, well lebih baik anda baca novelnya.

***

Novel ini sungguh luar biasa, kita diingatkan kembali bahwa tidak mudah menjadi seorang TKI, ketika ia sampai disana, ia harus mengorbankan semua hal yang ia miliki bahkan nyawa. Bisa bertahan dan melewatinya tanpa trauma adalah sebuah perjuangan yang tidak main-main. Dan di novel ini kita diajak melihat realitas psikologis Kinanthi dari sudut pandang perempuan yang menjadi TKI. Tidak hanya itu penulis juga manyajikan ketulusan cinta dua pasang insan yang menggetarkan jiwa. Sungguh saya dibuat mengharu biru ketika membacanya. Jadi ini adalah rekomendasi saya secara untuk anda baca.

***

Tentang penulis… Tasaro GK lahir di Gunung Kidul 1 September 1980. Menulis buku sejak 2005, meraih beberapa penghargaan: juara 1 lomba novel FLP 2005 untuk buku WANDU: Berhentilah menjadi pengecut (Dzikrul Hakim), Adikarya IKAPI 2006 untuk novel Di Serambi Mekkah dan yang terakhir juara Adikarya IKAPI 2007 untuk novel O, Achilles. Dan saya yakin karyanya yang terakhir ini adalah karya yang akan mendapatkan award serupa, karena penceritaan dan cara menuturkan bagus sekali. So jangan cuma baca resensinya beli dan kita diskusi juga ya….

Salam Inspirasi



Irawan Senda
Founder Komunitas Baca Buku

Resensi: Saya Bermimpi Menulis Buku


Judul Buku : Saya Bermimpi Menulis Buku
Penulis : Bambang Trim
Penerbit : KOLBU (Komunitas Lintas Buku)
Nilai : 5/5

Sudah lama saya ingin meresensikan buku ini pada anda, buku ini adalah buku yang membuat saya menjadi penulis buku dan banyak menginspirasi saya untuk menulis. Seperti judulnya “Saya Bermimpi Menulis Buku”, kita diajak menkhayal dan berkenalan lebih jauh dengan dunia perbukuan dan penulisan di Indonesia.
Terus terang buku ini menjadi jawaban bagi anda yang ingin menulis buku, karena di dalamnya berisi langkah-langkah apa saja yang harus kita lakukan sebelum menulis buku. Tidak hanya itu dalam buku ini kita bisa mendapatkan trik serta langkah dan cara menerbitkan dan membuat penerbit sendiri. Penulisnyapun bukan orang sembarangan lho. Beliau adalah pemimpin dari penerbitan yang sedang naik daun saat ini (Salamadhani) yang juga menerbitkan novel Galaksi Kinanthi.
Tidak hanya itu, di buku ini ada trik-trik menarik memotivasi diri sendiri untuk menjadi menulis. Jadi bagi sobat KBB yang masih ragu untuk menyelam dalam dunia tulis menulis, buku ini majawab semua problematika kita semua.
Ada lagi cara-cara pembuatan ISBN, cara bekerjasama dengan Distributor dan bagaimana memasarkan. Sungguh tidak rugi membaca buku ini karena buku ini adalah pelepas dahaga bagi anda yang ingin menjadi penulis.
Sungguh terlalu banyak informasi yang disajikan dalam resensi buku ini, dan saya pribadi yakin Sobat KBB sudah penasaran dengan buku. So, bergegaslah ke toko buku dan cari buku ini.

Salam Inspirasi


Irawan Senda
Founder Komunitas Baca Buku

Resensi: Ipung #1


Judul Buku : Ipung #1
Penulis : Prie GS
Penerbit : Republika
Jenis Buku : Novel motivasi pembangkit kepercayaan diri
Pembaca : Remaja
Penilaian : (4/5)

Halo sobat KBB,
Minggu ini saya ingin meresensikan sebuah buku yang bercerita tentang seorang anak bernama Ipung, yang berasal dari sebuah desa terpencil di kota Solo bernama Kepatihan. Dengan kecerdasan otaknya, anak 'wong ndeso' ini mampu mendapat kursi pada sekolah ternama di kota Semarang, yaitu SMA Budi Luhur. Dan di sinilah perjuangan dan seluk beluk kehidupan Ipung sebagai anak desa kumal dan miskin di mulai.
Berlatar belakang keluarga yang sederhana menjurus miskin, Ipung nyatanya mampul merebut perhatian seluruh murid-murid di sekolah elite-nya itu. Bahkan, Pak Bakrie, guru tergalak di sekolah pun berhasil ditaklukkannya. Sosok Ipung yang polos, misterius, bertubuh kerempeng namun tak pernah gentar terhadap apapun, membuat anak kucel itu menjadi kasak-kusuk di seantero sekolah. Belum lagi kisah cintanya dengan Paulin, gadis kaya raya tercantik di sekolah, yang menaruh hati padanya, membuat beberapa teman-temannya yang juga sama-sama mengidolakan Paulin, menjadi sangat iri. Hingga bertambahlah alasan mereka untuk 'mengerjai' Ipung. Namun tak di duga, Ipung si anak kumal dan miskin, sama sekali tak gentar, bahkan Ipung behasil membuat beberapa dari mereka mendecak kagum dengan keberanian dan keteguhan hatinya.
Dalam buku ini, kita tidak hanya disuguhi cerita anak remaja yang mengalir segar, dan kisah percintaan yang kadangkala membuat pembacanya gemas. Namun buku ini sarat berisikan tentang nilai-nilai kepercayaan diri seorang anak yang 'lain sendiri' di tengah lingkungannya yang serba 'wah'. Di tengah tekanan-tekanan dari anak-anak kaya yang justru berbalik menjadi iri dan minder padanya. Mengapa sosok Ipung dengan emblem miskinnya itu justru sangat meroket? Dan sekejap saja sudah menjadi idola di seantero sekolah.
"Soedirman itu jenderal. Soeharto juga jenderal. Keduanya dari desa. Soekarno itu presiden, Susilo Bambang Yudhoyono juga presiden. Keduanya juga dari desa. Mereka semua, asalnya dari desa. Kesimpulannya, semua orang hebat adalah wong ndeso. Karena itu, kamu jangan minder meskipun kamu wong ndeso!"
Itulah kata-kata Pamannya, Lik Wur, yang senantiasa memotivasinya.

Dari awal, Prie GS, sudah mendeskripsikan sang tokoh denagn sangat baik. Tak pernah dibilangnya bahwa Ipung itu sebenarnya anak yang tampan, atau semacamnya. Namun, tak bisa dipungkiri, membaca cerita Ipung ini, kita akan membayangkan betapa sang tokoh mempunyai hati yang bersih, percaya diri yang kuat, dan keberanian yang tiada banding. Ipung memang tampan dalam arti sebenarnya.

salam

-Maryam Diyah-

Kordinator Divisi Resensi

Resensi: Bikin kamu tergila-gila membaca


Make a Reading Habbit
Judul buku : Bikin kamu tergila – gila membaca
Penulis : Prembayun Miji Lestari
Penerbit : Book Magz , Kelompok Pro – U Media
Jenis buku : How to
Nilai : 3/5 ( versi KBB )

Halo sobat KBB,
Melalui media ini perkenankanlah saya sebagai salah satu anggota KBB ikut berpartisipasi menulis resensi buku. Mudah – mudahan bermanfaat. Pada kesempatan ini , ijinkanlah saya mengupas sedikit tentang kegiatan membaca.
Membaca berasal dari kata dasar baca yang berarti memahami arti tulisan. Membaca yang dalam bahasa Arab iqra’ dan bahasa Inggris reading , menjadi bagian penting dalam mencerdaskan manusia. Iqra’ berarti bacalah , telitilah , dalamilah , ketahuilah ciri – ciri sesuatu , bacalah alam , tanda – tanda zaman , sejarah , diri sendiri , yang tertulis dan tidak tertulis ( hlm. 21 ).
Jika begitu , apa yang sudah anda baca hari ini ? Bagi sebagian orang yang gemar membaca , bisa dengan mudah menjawab pertanyaan ini. Tapi bagi sebagian yang lain , yang jarang atau malah alergi dengan aktifitas bernama membaca , tentu akan kelimpungan mencari – cari jawaban.
Tahukah anda , berdasarkan laporan Bank Dunia No. 16369 – IND dan studi IEA ( International Association for the Evaluation of Education Achievement ) di Asia Timur menunjukkan tingkat terendah membaca anak – anak dipegang oleh negara Indonesia dengan skor 51,7. Sementara di atasnya ada Filipina ( 52,6 ) ; Thailand ( 65,1 ) ; Singapura ( 74,0 ) ; Hongkong ( 75,5 ). Kemampuan anak – anak Indonesia dalam menguasai bahan bacaan juga rendah ,hanya 30 persen ( hlm.29 ).
Merunut pada uraian di atas , kita dapat melihat bahwa minat baca di kalangan masyarakat kita , terutama anak – anak , masih tergolong rendah. Kondisi ini tentu tidak boleh dibiarkan. Lantas apa yang bisa kita lakukan menghadapi fenomena ini ? Tentu saja kita harus melakukan perubahan . Mulai dari diri sendiri , dari hal – hal kecil dan lingkungan yang dekat. Ya , kita harus jadi pecinta buku. Tapi bagaimana caranya ?
Buku ini secara ringkas mengajak kita mengenal , memahami , lalu melaksanakan apa yang disebut dengan kegiatan membaca. Dengan bahasa yang santai dan mudah dimengerti , buku ini layak dijadikan buku saku untuk kegiatan membaca selanjutnya. Buku ini juga memberikan strategi – strategi jitu dan praktis agar kita bisa menjadi ‘ gila ‘ baca. Jangan khawatir ,sebab di dalam buku ini ada halaman yang disediakan untuk testing , sebagai parameter apakah kita termasuk pribadi yang gemar membaca atau sebaliknya.
Buku ini sangat direkomendasikan untuk kita – kita yang masih alergi dengan kegiatan membaca. Akhirnya , selamat membaca dan sering – seringlah bertanya : apa yang sudah saya baca hari ini ?

Resensi: Menjemput Risalah-Mu


Judul : Menjemput Risalah-Mu
Penulis : Triani Retno A.
Penerbit : Mizan
Genre : Novel Perenungan
Nilai : 3/5 (Versi Komunitas Baca Buku)

Halo sobat KBB, sudah lama sekali saya tidak memberikan resensi secara langsung. Harap di maklumi akhir-akhir ini saya disibukkan dengan beragam aktivitas yang cukup menyibukkan saya secara pribadi.

Kali ini saya akan membahas sebuah novel berjudul Menjemput Risalah-Mu. Novel ini adalah sebuah novel yang menceritakan dua kehidupan dalam dua sisi. Kehidupan sisi pertama adalah kehidupan glamoritas seorang artis bernama Larasati yang berusaha sekuat tenaga menjadi seorang artis terkenal. Hingga akhirnya Larasati dapat mencapai semua popularitas itu seperti yang ia harapkan.

Namun ketika namanya sedang naik, tiba-tiba saja foto-foto pribadi tersebar di internet. Larasatipun terbelalak melihat foto-fotonya hadir di internet, dan ia pun menjadi incaran infotainment yang ingin sekali menanyakan kebenaran foto-foto tersebut. Namanya menjadi berita utama di berbagai macam berita infotainment di televisi.

Dan salah satu infotainment yang meliput Larasati adalah Kabar Selebriti. Sebuah program infotainment tempat dimana Salsa bekerja. Salsa adalah seorang wartawati baru yang bekerja pada perusahaan tersebut. Ia adalah seorang yang sigap mencari berita kemanapun artis pergi, bahkan setiap jengkal langkah artis ia ikuti untuk mendapatkan sebuah berita. Perempuan berjilbab ini seolah tak peduli lagi harus berdesakan dengan media lain untuk mengambil posisi untuk menodongkan mike pada artis, maklum tubuh kecilnya bisa menyelip ke sana kemari.

Nah saat foto Larasati tersebar di internet, Salsa dengan sigap membututi keberadaan Larasati, hingga akhirnya ia menemukan Larasati di hotel, bersiap meninggalkan hotel tersebut bersama keluarganya. Salsa dengan sigapnya mendekati Larasati dan mengeluarkan beberapa pertanyaan, Larasati yang berusaha menghindar tidak luput dari pantauan dan kejaran mike Salsa, hingga akhirnya satu pertanyaan ditembakkan Salsa pada Larasati. Pertanyaan ini membuat Larasati terdesak dan ia dengan sigap membalas pertanyaan dengan sebuah pernyataan yang membuat Salsa menjadi termenung dan terdiam.

Pertanyaan apa yang diberikan Salsa? Dan pernyataan seperti apa yang membuat Salsa akhirnya merenungkan pekerjaan yang dilakoninya? Jawabannya ada pada buku Menjemput Risalah-Mu.

***

Nah itulah resensi novel Menjemput Risalahmu, sebuah novel ringan yang menawarkan sebuah nilai dan makna baru dari sebuah novel. Novel ini ringan dan tidak njelimet, bagi anda pembaca pemula, saya yakin tidak akan mendapatkan banyak masalah berarti. Karena dialog-dialog yang terbangun di dalamnya mudah dipahami oleh orang awam yang tidak pernah membaca novel sekalipun.

Meski begitu ada beberapa hal yang kurang diperhatikan penulis ketika menulis buku ini, yaitu pemanfaatan momentum pada setiap bab. Terkadang bab yang disajikan terlalu pendek hingga kita sebagai pembaca akan dibuat bertanya-tanya, “lho segini aja nih babnya….” Sayapun mengalami hal seperti itu ketika membaca novel ini. Sepertinya penulisnya terjebak dengan gaya penulisan nafas pendek (Cerpen), sehingga ada beberapa bab yang menurut saya tidak terlalu kuat untuk berdiri menjadi satu bab sendiri. Jadi novel ini menurut saya lagi lebih cocok dikatakan Cerpan (Cerita Panjang).

Walaupun begitu saya senang membaca novel ini karena mudah ditangkap oleh jalan pikiran pembaca secara umum. Pesan yang dibangunnya-pun cukup kuat dan pas untuk mengakhiri novel ini. Bagi saya novel ini adalah sebuah novel renungan bagi para wartawan dimanapun mereka berada wa bil khusus wartawan infotainment.
***

Tentang Penulisnya, Triani Retno atau sering dipanggil Teera lahir di Bandung, 24 Desember 1974 untuk kemudian tumbuh besar di Banda Aceh dan Medan. Ia adalah penulis lebih dari 80 cerpen yang telah di muat di majalah anak-anak dan remaja. Ia juga menulis beberapa novel seperti: Bukan Jilbab Semusim (2006), Gue Anak SMA (2006), Please Don’t Go (2006), Masih ada hati bicara (2006) dan Men Not Allowed (2007).

Prestasinya pernah menjadi pemenang harapan pada beberapa lomba penulisan novel dan pernah menjadi juara 2 pada lomba Menulis Artikel tang diselenggarakan IKAPI MENDIKBUD Kanwil Jawa Barat (1997) dan Juara I pada Lomba karya tulis ilmiah yang dilaksanakan oleh perpustakaan daerah Jawa Barat (1997). Nah bagi sobat Komunitas Baca Buku yang mau kenal lebih dekat bisa klik link ini:

Kebetulan mbak Teera-nya gabung di KBB juga lho….

Sekian resensi hari ini,
Salam inspirasi



Irawan Senda
Ketua dan Pendiri Komunitas Baca Buku
Author of Living Like a Puzzle

Resensi: Leverage Your Best Ditch The Rest.


Judul Buku : Leverage Your Best Ditch The Rest.
Penulis : Scott Blanchard dan Medeleine Homan.
Penerbit : William Morrow, an imprint of HarperCollin Publisher, Inc.
Genre : Buku coaching untuk manajemen bisnis.
Pembaca : Business Coach, Kalangan Praktisi Bisnis, Trainer, dan Konsultan Bisnis
Nilai : 5/5 (Versi Komunitas Baca Buku)


Hmmm belakangan ini ada beberapa sobat KBB yang bertanya apakah KBB hanya meresensikan novel saja? Bila ada sobat KBB yang bertanya seperti ini pastilah sobat KBB belum mengetahui dengan detil buku-buku apa saja yang sudah dibahas KBB. Pada awal berdirinya KBB, saya secara pribadi membuat berbagai macam resensi dari beberapa genre dari mulai buku bisnis, sampai buku biografi. Hanya saja memang dahulu tidak terlalu terekspose lebih lanjut karena memang dahulu anggotanya hanya sedikit.

Semakin kesini perkembangannya memang lebih banyak novel, karena saya sendiri dikelilingi oleh para penggila bacaan novel, jadi sedikit banyak meresensikan buku-buku seperti itu. Meski begitu saya tidak kuper banget soal buku bisnis karena buku referensi bisnis saya kemungkinan besar jarang diperhatikan oleh pelaku bisnis, hehehe… maklum bukunya memang jarang sekali ada di di Indonesia, seperti halnya buku yang akan kita bahas saat ini….

Buku “Leverage Your Best Ditch The Rest” adalah sebuah buku yang menawarkan tehnik mengelola karyawan dengan metode coaching. Penggagas konsep ini adalah Scott Blanchard dan Madeleine Homan. Mereka berdua adalah seorang yang sudah malang melintang membantu perusahan TOP 500 di Amerika untuk lebih maju dan besar.

Buku ini berisi sebelas bab yang akan menuntun kita menemukan cara yang tepat untuk mengelola karyawan kita. Tidak hanya itu buku ini mencoba menemukan kesalahan yang terjadi pada diri kita ketika kita menjadi seorang pemimpin atau pemilik perusahaan.

Pada dasarnya kesalahan atau kekalahan bisnis bukan berasal dari tehnik berbisnis, melainkan dari diri kita sendiri. Faktor diri kita menjadi sangat dominan karena kita adalah penentu arah kebijakan perusahaan. Sehingga bila terjadi kesalahan pada keputusan maka akan berdampak langsung pada perusahaan kita.

Melihat hal ini, Scott dan Madeleine merancang beberapa pertanyaan untuk memacu kemampuan kita dalam memanage diri sendiri, sehingga kita dapat lebih baik dalam menjalan perusahaan. Tidak hanya itu, Scoot dan Medeline-pun membeberkan maksud dari setiap pertanyaan yang diajukan. Sehingga ketika kita mengisinya kita akan paham masalah yang terjadi pada diri kita, dan dampak apa yang terjadi jika kita memiliki masalah tersebut.

Model-model pertanyaan seperti apakah yang digunakan oleh Scott dan Madeleine? Jawabannya bisa sobat KBB dapatkan dalam buku ini….
***
Itulah resensi bisnis kali ini, untuk mengomentari buku ini saya hanya bisa memberikan empat jempol untuk buku ini. Karena memang buku ini adalah buku terbaik dan panduan bagi para business coach.
Sayapun menggunakan beberapa tehnik untuk menghandel klien saya ketika bertemu dengan mereka. So, bisa dibilang ini adalah buku panduan yang sempurna untuk para coach dalam menghandel klien mereka.
***
Tentang penulis

Scott Blanchard

Kita mulai dari Scott Blanchard, hmm siapa yang tidak kenal dengan klan Blanchard? Pemilik dari The Ken Blanchard Companies ini adalah salah seorang adik dari seorang penulis buku bisnis terkenal Ken Blanchard. Bersama dengan kakaknya ia mendirikan sebuah lembaga bernama The Ken Blanchard Companies dan berhasil mencetak pengusaha-pengusaha mumpuni di USA.

Saat ini ia sibuk sebagai pembicara, trainer, dan coach untuk perusahaan-perusahan besar. Ia tinggal di gunung Bernando yang indah dan sejuk di California bersama keluarga yang penuh hangat dan cinta.

Madeleine Hofman

Madeleine Hofman adalah seorang trainer yang sangat berpengalaman dalam dunia training. Hal ini karena pengalamannya sebagai coach dan trainer selama 21 tahun. Ia adalah pelatih dari para trainer dan coach di USA.

Tidak hanya itu, ia juga menjadi seorang tokoh dibalik pembuatan sistem kurikulum di Coach University. Jadi bagi sobat KBB yang pernah mendengar nama Coach University, aktor penting di belakang suksesnya Coach University adalah Madeilene.

Karena keahlian dan kecerdasannya ia banyak menjadi tamu pembicara untuk stasiun TV di Amerika dan Inggris, ABC, NBC, CBS dan Fox News Channel.

Ok sekian resensi buku kali ini….

Salam Inspirasi


Irawan Senda
Founder and CEO Komunitas Baca Buku, Author Living Like a Puzzle, Founder and Owner Business Speed and Ghost Writer.